This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website.
Address
Lubuk Linggau - Sumatera Selatan
Email
inagrafis.my.id@gmail.com
Phone
0822-7307-9834
Macam-Macam Aplikasi Desain Grafis dan Kegunaannya: Pilih Sesuai Kebutuhan, Bukan Sekadar Tren
Home » Artikel  »  Macam-Macam Aplikasi Desain Grafis dan Kegunaannya: Pilih Sesuai Kebutuhan, Bukan Sekadar Tren
Dunia desain grafis terus berkembang. Jika dahulu pekerjaan desain identik dengan software desktop yang kompleks, sekarang pilihan aplikasinya jauh lebih beragam. Ada aplikasi yang praktis untuk membuat konten media sosial, software profesional untuk mengolah foto dan vector, aplikasi khusus UI/UX, hingga aplikasi menggambar yang bisa digunakan langsung melalui tablet.

Dunia desain grafis terus berkembang. Jika dahulu pekerjaan desain identik dengan software desktop yang kompleks, sekarang pilihan aplikasinya jauh lebih beragam. Ada aplikasi yang praktis untuk membuat konten media sosial, software profesional untuk mengolah foto dan vector, aplikasi khusus UI/UX, hingga aplikasi menggambar yang bisa digunakan langsung melalui tablet.

Banyaknya pilihan ini kadang justru membuat pemula bertanya: aplikasi desain mana yang sebaiknya dipelajari lebih dulu?

Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap orang.

Tidak ada satu aplikasi yang harus digunakan untuk semua pekerjaan desain. Masing-masing memiliki karakter, fungsi, serta alur kerja yang berbeda. Karena itu, daripada mencari mana yang “paling bagus”, lebih berguna jika kita mengenali aplikasi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pekerjaan kita.

Berikut beberapa aplikasi desain grafis yang banyak digunakan dan fungsi utamanya.

1. Canva — Praktis untuk Berbagai Kebutuhan Desain

canva

Canva menjadi salah satu platform desain yang mudah dikenali, terutama karena menyediakan banyak template siap pakai. Pengguna dapat membuat berbagai kebutuhan visual seperti konten media sosial, presentasi, poster, dokumen, video, hingga materi pemasaran dalam satu ekosistem.

Visual Suite Canva juga menggabungkan berbagai jenis pekerjaan seperti desain, presentasi, whiteboard, dokumen, dan video, disertai fitur kolaborasi serta template yang dapat disesuaikan.

Canva cocok digunakan untuk:

konten media sosial, poster, presentasi, banner digital, materi promosi, dokumen visual, dan kebutuhan desain sehari-hari.

Keunggulan utama Canva ada pada kemudahan penggunaannya. Seseorang yang baru memasuki dunia desain dapat mulai bereksperimen tanpa harus memahami terlalu banyak tools teknis terlebih dahulu.

Namun, kemudahan tersebut bukan berarti Canva hanya diperuntukkan bagi pemula. Dalam praktiknya, Canva juga banyak digunakan dalam workflow bisnis dan tim untuk membuat serta menjaga konsistensi berbagai materi visual.

2. Adobe Photoshop — Pengolahan Foto dan Visual Berbasis Raster

Photoshop_CC_icon

Jika berbicara mengenai photo editing, nama Adobe Photoshop hampir selalu ikut disebut.

Photoshop merupakan aplikasi berbasis raster atau pixel. Aplikasi ini digunakan untuk berbagai pekerjaan mulai dari memperbaiki foto, compositing, manipulasi gambar, digital painting, hingga desain grafis. Adobe sendiri menjelaskan bahwa Photoshop mendukung pekerjaan mulai dari photo editing dan compositing hingga digital painting dan graphic design.

Photoshop cocok digunakan untuk: photo editing, retouching, manipulasi foto, digital imaging, mockup, poster, compositing, dan desain berbasis raster.

Salah satu kekuatan Photoshop terletak pada sistem layer, masking, adjustment, selection, filter, serta berbagai tools pengolahan gambar lainnya.

Karena berbasis raster, Photoshop sangat fleksibel untuk mengolah foto dan visual yang membutuhkan manipulasi pixel secara detail. Sebaliknya, untuk membuat vector yang harus diperbesar dalam berbagai ukuran tanpa kehilangan ketajaman, aplikasi seperti Illustrator atau CorelDRAW biasanya lebih sesuai.

3. CorelDRAW — Vector dan Kebutuhan Desain Percetakan

coreldraw-x7

CorelDRAW cukup akrab bagi banyak desainer yang berkecimpung dalam kebutuhan percetakan.

CorelDRAW Graphics Suite menyediakan tools untuk vector illustration, page layout, photo editing, dan typography. Corel juga menyebut aplikasinya digunakan untuk membuat vector illustration, logo, layout halaman, dan web graphics.

CorelDRAW cocok digunakan untuk:

logo, banner, spanduk, stiker, brosur, kartu nama, kemasan, signage, serta berbagai materi percetakan. Karena berbasis vector, ukuran objek dapat diubah dengan fleksibel tanpa mengalami masalah pixel seperti pada gambar raster. Tidak heran jika format CDR masih cukup familiar dalam alur kerja desain dan percetakan.

4. Adobe Illustrator — Presisi untuk Desain Vector

adobe-illustrator-logo-png_seeklogo-380559

Adobe Illustrator merupakan software yang berfokus pada pembuatan grafis vector.

Dengan Illustrator, desainer dapat membuat logo, icon, typography, ilustrasi, pattern, hingga artwork yang perlu digunakan dalam berbagai ukuran. Karena menggunakan vector, grafis yang dibuat dapat diperbesar tanpa kehilangan ketajaman. Adobe menyebut Illustrator sebagai aplikasi vector graphics untuk membuat logo, icon, drawing, typography, dan ilustrasi kompleks.

Illustrator cocok digunakan untuk: logo, branding, icon, ilustrasi vector, desain kemasan, typography, pattern, dan corporate identity.

Illustrator juga banyak digunakan ketika sebuah desain harus diaplikasikan mulai dari ukuran kecil hingga media yang jauh lebih besar. Logo yang awalnya digunakan pada kartu nama, misalnya, dapat diperbesar untuk signage atau billboard tanpa membuat bentuk vector menjadi pecah.

5. Affinity — Vector, Foto, dan Layout dalam Satu Aplikasi

images

Affinity mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah bergabung dengan Canva, Affinity kini hadir dalam bentuk aplikasi yang menggabungkan pengeditan foto, desain vector, dan page layout dalam satu platform. Versi Affinity terbaru juga diumumkan tersedia gratis untuk semua pengguna.

Ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih dikenal melalui aplikasi terpisah seperti Affinity Designer, Affinity Photo, dan Affinity Publisher.

Affinity cocok digunakan untuk: vector design, ilustrasi, logo, photo editing, branding, layout publikasi, hingga workflow kreatif profesional yang membutuhkan kombinasi beberapa jenis pekerjaan.

Affinity terbaru juga semakin terhubung dengan ekosistem Canva. Desain dapat dikerjakan secara lebih presisi di Affinity kemudian dibawa ke Canva untuk kebutuhan kolaborasi dan publikasi. Karena perkembangan tersebut, Affinity menjadi salah satu aplikasi yang menarik untuk diperhatikan, terutama bagi kreator yang ingin menggabungkan pekerjaan vector, foto, dan layout tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.

6. Figma — UI/UX dan Kolaborasi Desain

figma-logo-png_seeklogo-385028

Figma memiliki posisi yang agak berbeda dibanding Photoshop atau CorelDRAW. Aplikasi ini banyak digunakan dalam dunia UI/UX dan product design, terutama untuk merancang tampilan website dan aplikasi.

Figma mendukung proses design, collaboration, prototyping, hingga handoff. Karena berbasis kolaborasi, beberapa orang dapat melihat dan memberikan masukan pada desain yang sama secara langsung.

Figma cocok digunakan untuk: UI/UX design, wireframe, prototype aplikasi, desain website, design system, dashboard, dan kerja kolaboratif.

Fitur prototyping memungkinkan desainer membuat simulasi interaksi sehingga tampilan aplikasi tidak hanya terlihat secara visual, tetapi juga dapat diuji alur penggunaannya. Karena itulah Figma sering digunakan bukan hanya oleh desainer, tetapi juga bersama developer, product manager, dan tim lainnya.

7. Adobe InDesign — Spesialis Layout dan Publikasi

Adobe_InDesign_logo

Kalau Photoshop berfokus pada gambar dan Illustrator kuat dalam vector, Adobe InDesign mempunyai spesialisasi pada page layout dan publishing.

InDesign digunakan untuk mengatur kombinasi teks, gambar, halaman, typography, grid, dan berbagai elemen publikasi secara lebih terstruktur. Adobe mendeskripsikannya sebagai aplikasi profesional untuk page layout dan publishing, baik untuk media cetak maupun digital.

InDesign cocok digunakan untuk: buku, majalah, katalog, company profile, proposal, e-book, brosur multi-halaman, dan publikasi lainnya.

Keunggulannya semakin terasa ketika sebuah proyek mempunyai banyak halaman. Daripada mengatur puluhan atau ratusan halaman secara manual satu per satu, InDesign menyediakan sistem seperti master page, paragraph styles, grid, serta pengaturan layout yang membantu menjaga konsistensi dokumen.

8. ibisPaint — Menggambar Digital dari Perangkat Mobile

IbisPaint_X_Logo

ibisPaint menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang menyukai digital drawing.

Aplikasi ini dirancang agar proses menggambar dapat dilakukan melalui smartphone, tablet, dan perangkat lainnya. Selain ilustrasi, ibisPaint memiliki berbagai fitur yang mendukung pembuatan manga seperti screen tone, frame divider, hingga text input.

ibisPaint cocok digunakan untuk: ilustrasi digital, fanart, character art, manga, komik, sketsa, dan berbagai karya drawing.

Salah satu ciri menarik ibisPaint adalah fitur perekaman proses menggambar sehingga pengguna dapat melihat dan membagikan proses pembuatan artwork mereka. Dengan banyak pilihan brush dan tools menggambar, ibisPaint memungkinkan proses ilustrasi dilakukan tanpa harus selalu menggunakan komputer desktop.

9. Procreate — Kanvas Digital untuk Pengguna iPad

procreate

Procreate merupakan aplikasi yang dirancang khusus untuk iPad dan sangat populer dalam kebutuhan digital illustration.

Aplikasi ini menyediakan ratusan brush, sistem layer, effects, selections, transform, drawing assist, hingga kemampuan merekam proses karya dalam bentuk time-lapse. Procreate menyebut aplikasi utamanya dibuat khusus untuk iPad dan semakin optimal ketika digunakan bersama Apple Pencil.

Procreate cocok digunakan untuk: digital painting, illustration, sketching, lettering, concept art, character design, hingga komik.

Procreate juga menyediakan lebih dari 300 brush bawaan yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan. Karakter penggunaan yang mengandalkan layar sentuh dan stylus membuat pengalaman menggambar terasa berbeda dibanding aplikasi desktop tradisional.

Jadi, Aplikasi Desain Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Jawabannya kembali pada kebutuhan.

Untuk membuat konten secara cepat, Canva dapat menjadi pilihan praktis. Jika pekerjaan berhubungan dengan foto dan manipulasi gambar, Photoshop mempunyai tools yang lebih khusus.

Untuk vector dan kebutuhan percetakan, CorelDRAW banyak digunakan, sedangkan Illustrator sangat kuat untuk logo, branding, dan ilustrasi vector.

Jika ingin menggabungkan pekerjaan vector, foto, dan layout dalam satu lingkungan kerja, Affinity dapat dipertimbangkan. Untuk UI/UX dan product design ada Figma, sementara pekerjaan publikasi multi-halaman lebih cocok ditangani menggunakan InDesign.

Sementara itu, mereka yang lebih banyak menggambar dapat mengeksplorasi ibisPaint melalui berbagai perangkat mobile atau Procreate bagi pengguna iPad.

Pada akhirnya, aplikasi hanyalah alat. Kemampuan memahami komposisi, typography, warna, hierarchy, komunikasi visual, serta kebutuhan audiens tetap menjadi bagian penting dalam menghasilkan desain yang baik.

Seorang desainer bahkan tidak harus hanya menggunakan satu aplikasi. Dalam satu pekerjaan, seseorang bisa membuat vector di Illustrator atau CorelDRAW, mengolah foto di Photoshop, menata konten melalui Canva, lalu menggunakan software lainnya sesuai kebutuhan.

Tools boleh berbeda, tetapi tujuannya tetap sama: membantu ide berubah menjadi visual yang mampu menyampaikan pesan dengan baik.