Pagi selalu menjadi musuh terbesar buatku. Ketika kelopak mata ini terbuka dan mendapati diri masih bernapas di hari yang baru, ada rasa kecewa yang muncul ke permukaan.
Aku diam menatap wajahmu dalam bingkai yang selalu kurindu. Puluhan dan ratusan tanya mendadak riuh dalam kepalaku. Menuntut jawaban tentang rasa tak adil yang harus kutelan sebelum bertemu denganmu.